2.3.12

Nikmat Yang Luar Biasa

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." Al-Baqarah 286

Subhanallah, Maha suci Allah atas semua nikmat yang diberikan kepada kita semua. Berkunjung ke rumah Ustadz Hamid merupakan rutinitas harian saya. Di tempat beliau saya mendapatkan banyak pelajaran yang luar biasa mengenai nikmatnya kasih Allah SWT terhadap kita semua.

Ketika saya sedang ngobrol - ngobrol dengan Ustadz datang Ibu Iye yang sedang ada keperluan dengan Ustadz, Ibu Iye menceritakan kondisi anaknya yang sedang menuntut ilmu di PonPes milik Ustadz Yusuf Mansyur. Hingga Ibu Iye menceritakan bagaimana nikmatnya sedekah dikala Ibu Iye dan keluarganya sedang mengalami ekonomi sulit.

Kebutuhan Ekonomi yang sangat tinggi dan tidak di barengi dengan pendapatan yang baik membuat Keluarga Ibu Iye beserta Suami nya mengalami masa - masa yang sangat memprihatinkan, Anak pertamanya terpaksa tidak dapat melanjutkan sekolahnya ke SLTP, Disaat kondisi yang memprihatinkan Ibu Iye tidak sengaja melihat tayangan televisi program tausiyah yang diberikan oleh Ustadz Yusuf Mansyur, Sang Ustadz pada saat itu berpesan agar selalu bersedekah disaat susah ataupun suka, Kerjakan Sholat Tahajud, Sholat Dhuha dan selalu ber Sholawat dimanapun dan kapanpun. Tausiyah yang diberikan oleh Ustadz Yusuf Mansyur ternyata membuat Ibu Iye termotivasi dan mulai menjalankannya walaupun dalam prakteknya Ibu Iye mendapatkan ujian - ujian yang luar biasa. Keinginan Ibu Iye hanya ingin anaknya melanjutkan sekolahnya yang putus ke pesantren.

Dilain kesempatan Ibu Iye ingin mengikuti secara langsung Tausiyah dari Ustadz Yusuf Mansyur yang diadakan oleh TV Swasta dan berkeinginan untuk menemui sang Ustadz, Banyak kendala yang Ibu Iye hadapi, seperti di usir oleh security TV swasta.
Seperti Oase di tengah padang pasir yang tandus, Ibu Iye dipanggil oleh salah satu Jamaah yang menjadi peserta Tausiyah, agar menemui sang Ustadz ketika hendak ingin pulang. Ketika mendapatkan kesempatan yang baik Ibu Iye bergegas menemui Ustadz Yusuf Mansur dan Menangis mengadukan semua masalahnya kepada sang Ustadz, Ustadz Yusuf Mansur segera memanggil kepala PonPes nya agar memberikan Kartu Nama untuk dipergunakan sebagai Kartu Pendaftaran PonPes.

Bermodalkan sebuah kartu nama Ibu Iye bermaksud datang ke PonPes yang di tuju, Dengan modal uang Rp.75.000,- untuk ongkos pulang pergi Ibu Iye memberanikan diri untuk mencari alamat PonPes yang di tuju. Ujian dari Allah SWT pun kembali Ibu Iye dapatkan mulai dari tidak ada nya Bus yang di tuju hingga Ketinggalan Bus di terminal. Hingga Pertolongan Allah SWT kembali diperlihatkan dengan membuka hati nurani tukang ojek terminal yang menawarkan untuk mengantarkan Ibu Iye ke tempat yang di tuju dari pergi hingga pulang hanya dengan dibayar Rp.65.000,- saja. Subhanallah.

Sesampainya di PonPes yang di tuju Ibu Iye mengisi Form Registrasi Santri dan segera akan dihubungi oleh pihak PonPes via telp dalam waktu empat hari. Hari hari pun berlalu dan Telp pun tak kunjung datang. Ibu Iye beserta Suami sepakat untuk datang langsung dengan membawa anaknya dan perlengkapan selama di PonPes.
Kembali Allah SWT menguji kesabaran Ibu Iye bukan berita gembira yang didapat, Pihak PonPes tidak bisa menerima anak Ibu Iye pada bulan Januari namun Pihak PonPes juga tidak menjamin menerima anak Ibu Iye pada bulan Juni atau pada tahun ajaran baru. Disaat hati Ibu Iye yang sedang sedih tiba - tiba lampu seluruh PonPes padam sekitar lima menit. Pada saat itu hanya Ber-Ighstifar yang Ibu Iye lakukan dengan rasa sedih yang teramat sangat. Lampu PonPes pun menyala kembali dan Allah SWT kembali memberikan nikmat yang sangat luar biasa kepada Ibu Iye, Tanpa banyak lagi bicara pihak PonPes menerima anak Ibu Iye untuk mendapatkan pendidikan di PonPes tersebut secara gratis. Subhanallah.

Ibu Iye juga bercerita bahwa anaknya menjadi wakil lomba pidato antar cabang PonPes, menjadi juri untuk lomba hafalan dan mengikuti berbagai macam kegiatan yang berprestasi. Alhamdullilah Ekonomi keluarga Ibu Iye pun bertahap kembali membaik.

Semoga Ibu Iye bisa membuat kita termotivasi dan terinspirasi akan nikmatnya bersedekah disaat susah ataupun suka, Mengerjakan Sholat Tahajud, Sholat Dhuha dan selalu ber Sholawat dimanapun dan kapanpun.
Semoga Allah SWT selalu memberikan yang terbaik untuk kita semua, Amin ya Robbal Allamin.

 
Design Downloaded from Free Website Templates Download | Free Textures | Web Design Resources