Saya pernah bekerja di sebuah perusahaan yang sangat - sangat disiplin dalam semua hal, Hampir semua staff dan karyawannya "takut" dengan pemilik perusahaan tersebut. Tidak ada staff ataupun karyawan yang tidak kena evaluasi dalam kerjanya,bahkan seorang direktur pun kena seprot. Sampai semua terlihat sama dimata pemilik tersebut. Luar biasa sistem yang di "biasakan" oleh sang pemilik perusahaan. Ada beberapa kemungkinan pemilik melakukan hal tesebut. Pertama beliau tidak ingin mempekerjakan karyawan yang malas, Kedua sang pemilik perusahaan ingin menciptakan suasana "horror" terhadap semua karyawannya agar selalu menghormati dan sungkan terhadap beliau. Ketiga memang sudah karakter atau sifat sang pemilik perusahaan.
Ternyata, pengalaman yang saya dapat setelah resign dari perusahaan tersebut sangat bermanfaat untuk membangun karakter dan kepribadian saya dalam menghadapi bisnis nyata dalam perusahaan keluarga dan bisnis pribadi saya. Namun tidak semua nya bisa di contoh, bagi saya pendekatan secara personal atau pribadi paling efektif dalam membuat peraturan perusahaan bisa diterima seluruh karyawan.
Saya yakin ada alasan mengapa sang pemilik perusahaan melakukan hal tersebut. Bagaimana pun juga setiap seorang pemilik bisnis atau pelaku bisnis mempunyai cara yang berbeda - beda dalam menjalankan manajemen perusahaannya.





