6.9.14

Fear Management

Saya pernah bekerja di sebuah perusahaan yang sangat - sangat disiplin dalam semua hal, Hampir semua staff dan karyawannya "takut" dengan pemilik perusahaan tersebut. Tidak ada staff ataupun karyawan yang tidak kena evaluasi dalam kerjanya,bahkan seorang direktur pun kena seprot. Sampai semua terlihat sama dimata pemilik tersebut. Luar biasa sistem yang di "biasakan" oleh sang pemilik perusahaan. Ada beberapa kemungkinan pemilik melakukan hal tesebut. Pertama beliau tidak ingin mempekerjakan karyawan yang malas, Kedua sang pemilik perusahaan ingin menciptakan suasana "horror" terhadap semua karyawannya agar selalu menghormati dan sungkan terhadap beliau. Ketiga memang sudah karakter atau sifat sang pemilik perusahaan. 

Ternyata, pengalaman yang saya dapat setelah resign dari perusahaan tersebut sangat bermanfaat untuk membangun karakter dan kepribadian saya dalam menghadapi bisnis nyata dalam perusahaan keluarga dan bisnis pribadi saya. Namun tidak semua nya bisa di contoh, bagi saya pendekatan secara personal atau pribadi paling efektif dalam membuat peraturan perusahaan bisa diterima seluruh karyawan. 

Saya yakin ada alasan mengapa sang pemilik perusahaan melakukan hal tersebut. Bagaimana pun juga setiap seorang pemilik bisnis atau pelaku bisnis mempunyai cara yang berbeda - beda dalam menjalankan manajemen perusahaannya. 




BAB 4. Hasil Kerja Nyata

"September 2010 saya membuat bisnis baru, membangun usaha WarNet. Kalo pada saat itu modal usaha saya cukup mungkin saya lebih memilih membuat Bengkel. Karena saya cenderung lebih menguasai bisnis tersebut dibandingkan warnet".

Masuk kedalam bisnis yang tidak menguasai bidang usahanya menjadi sebuah tantangan tersendiri, Warung Internet atau biasa di sebut warnet, Jenis bisnis jasa pelayanan informasi teknologi yang minimal mempunyai basic ilmu komputer. sedangkan saya jelas - jelas tidak pernah mengenyam pendidikan tersebut atau minimal kursus komputer.
Mungkin karena saya tumbuh besar dalam keluarga yang sudah pernah membangun usaha dari NOL, membuat saya maju terus untuk ber investasi di bisnis warnet. dan ditambah dengan dukungan teman - teman yang berkuliah di Ilmu Komputer.

Setiap hari saya berkantor di Warnet untuk menjadi operator sekaligus bekerja menjalankan bisnis Antzcorps. Belajar sambil bekerja mungkin itu kata yang tepat. walaupun saya tidak pernah belajar ilmu komputer tapi paling tidak saya bisa memaintenance bila sewaktu - waktu ada komputer yang rusak.

"Kalo pada saat itu modal usaha saya cukup mungkin saya lebih memilih membuat Bengkel. Karena saya cenderung lebih menguasai bisnis tersebut dibandingkan warnet".

Alhamdulillah warnet berjalan sudah hampir 4 tahun, pelanggan pun semakin banyak. dibisnis Antzcorps lainnya pun mengalami kemajuan. Akhir tahun 2013 dengan uang simpanan yang tidak begitu banyak saya merenovasi rumah dan tempat usaha. dari hasil kerja keras dan keyakinan saya membuktikan bahwa saya juga bisa membangun bisnis dari NOL hingga bisa menghasilkan.

Papa melihat hasil kerja keras yang saya lakukan selama 3 tahun saya keluar dari bengkel, Papa melihat bagaimana saya juga membangun usaha dari NOL seperti apa yang pernah papa lakukan.
Awal tahun 2014 papa mengundang saya meeting untuk membicarakan masalah bengkel. Saya pun datang dan menawarkan konsep manajemen "Perubahan".
Papa menawarkan saya untuk menjadi CEO di bengkel, saya menerima tawaran tersebut namun saya juga memberikan catatan kepada papa, Saya mau kembali kebengkel dengan konsep manajemen 100% kalau saya tidak berhasil dalam menjalankan perusahaan ini, maka saya siap mengundurkan diri.
Win Win Solution, kesepakatan pun terjadi. Papa setuju dengan catatan saya.
Februari 2014 saya diberikan kepercayaan untuk kembali me-manage perusahaan keluarga yang sudah berdiri dari tahun 1997.

The Story Abaout Me! merupakan catatan ringkas tentang bagaimana saya membangun usaha dari masa sekolah dan hingga saya membangun Antzcorps. Saya akan menulis Buku selanjutnya (InsyaAllah) mengenai pengalaman menjalani Bengkel.

Terima Kasih


5.9.14

BAB 3. Membangun Bisnis

"Antzcorps, merupakan nama bisnis pribadi yang saya bangun dari tahun 2007, bisnis yang memaksa saya untuk lebih kreatif dalam melihat peluang - peluang bisnis".

Antzcorps Incorporated, merupakan nama usaha milik saya yang awalnya di buat hanya untuk menjual merchandise Band underground & Media online untuk Band underground. Berjalannya waktu Antzcorps sekarang menjadi Bisnis Corporated yang menjalankan semua potensi peluang usaha. 

Bekerja mengembangkan usaha keluarga (Bengkel Resmi) dan menjalankan usaha pribadi (Antzcorps) menjadi tantangan tersendiri dalam mengatur semuanya menjadi simple. Bengkel pun mulai saya "Benahi"  agar bisa lebih baik lagi dalam menarik pelanggan. dan di sisi lain Antzcorps pun jalan produksi untuk bisnis merchandise nya.
Bengkel pun mulai menjalankan manajemennya sesuai konsep yang saya tawarkan kepada papa. Konsumen pun mulai banyak yang menjadi pelanggan tetap setiap bulannya.

Menjalankan bisnis keluarga tidak semudah yang kalian bayangkan, permasalahan - permasalahan pun muncul satu persatu. Permasalahannya terdapat pada pola pikir papa untuk menjalankan usaha dengan "Gaya Manajemennya" versus dengan "Gaya Manajemen Modern" yang saya tawarkan. Akhirnya perselisihan pun tidak dapat kami hindari. Puncaknya saya mengundurkan diri pada tahun 2010, Kurang lebih tiga tahun saya pegang manajemen Bengkel.

Pengunduran diri saya menjadi motivasi saya untuk lebih fokus membangun Antzcorps,usaha yang saya buat tiga tahun yang lalu , Saya hanya ingin menunjukan kepada papa saya bahwa saya pun bisa membangun bisnis dari NOL seperti pada saat papa membangun bengkel pada tahun 1997.

September 2010 saya membuat bisnis baru, membangun usaha WarNet. Kalo pada saat itu modal usaha saya cukup mungkin saya lebih memilih membuat Bengkel. Karena saya cenderung lebih menguasai bisnis tersebut dibandingkan warnet.

"Saya hanya ingin menunjukan kepada papa saya bahwa saya pun bisa membangun bisnis dari NOL seperti pada saat papa membangun bengkel pada tahun 1997".

BAB 2. Ilmu Bisnis

"Lulus kuliah saya mencoba bekerja di salah satu perusahaan otomotif roda dua yang produknya pada saat ini di kenal dengan motor - motor besarnya yang kapasitas silindernya diatas 250cc. diperusahaan tersebut saya mengisi posisi sebagai Manajer Kordinator Spare Part".

Bekerja di perusahaan otomotif, menjabat sebagai Manajer Kordinator Spare Part dengan background pendidikan Manajemen Bisnis  dan pengalaman membantu usaha keluarga menjadi bekal untuk menambah pengetahuan saya di bidang bisnis otomotif.

Tahun 2007 Saya mengundurkan diri dari perusahaan yang membesarkan saya dalam pola pikir, mental, ilmu-ilmu bisnis otomotif dan pengalaman yang luar biasa tentang nilai sebuah tanggung jawab. Di tahun yang sama saya kembali ke perusahaan keluarga untuk memperbaiki manajemen yang saya tinggalkan pada saat bekerja di tempat lain. Bengkel pun sudah mempunyai lima orang karyawan, empat orang mekanik dan satu orang admin. Menerapkan pengalaman kerja di perusahaan besar ke dalam perusahaan keluarga merupakan tantangan tersendiri, mengkombinasikan antara ego pribadi dan sistem.
Tidak hanya memanajemen bengkel milik keluarga, saya pun membangun bisnis pribadi.

"Menerapkan pengalaman kerja di perusahaan besar ke dalam perusahaan keluarga merupakan tantangan tersendiri, mengkombinasikan antara ego pribadi dan sistem".

Antzcorps, merupakan nama bisnis pribadi yang saya bangun dari tahun 2007, bisnis yang memaksa saya untuk lebih kreatif dalam melihat peluang - peluang bisnis.

4.9.14

BAB 1. The Beginning

"Februari 2014 saya di berikan kepercayaan untuk kembali me-manage perusahaan keluarga yang sudah berdiri dari tahun 1997".

Perusahaan keluarga yang bergerak di bidang otomotif, mencangkup perawatan dan penjualan suku cadang atau bengkel resmi salah satu merk roda dua yang cukup besar di negara ini.
Tahun 1997 papa saya membuka usaha ini dari NOL, hanya bermodalkan kenekatan  yang kuat untuk masuk ke dalam bisnis Bengkel Resmi. pada saat itu saya masih bersekolah kelas 2 SMA. Pada saat itu hanya saya dan papa saya yang menjalankan bengkel tesebut. Pagi ke bengkel untuk membantu papa dan ketika jam 12.00 saya harus berangkat ke sekolah dari lokasi bengkel di sunter ke daerah semper Jakarta Utara. Atas nama tanggung jawab sebagai kakak tertua dari lima bersaudara, saya jalanin setiap hari dengan rasa suka hati. pada saat tersebut ekonomi keluarga kami memang dalam masa yang sangat sulit. Bengkel yang  baru buka beberapa bulan kemudian dihadapi dengan krisis ekonomi melanda. Luar biasa kesulitan ekonomi yang kami rasakan pada saat itu. Tetapi itu menjadikan saya sebuah motivasi untuk berusaha menjadi yang terbaik dalam segala hal agar keluarga kami bisa survive di dalam krisis.

"Atas nama tanggung jawab sebagai kakak tertua dari lima bersaudara, saya jalanin setiap hari dengan rasa suka hati"

Makan hanya dua kali dalam sehari dan harus menunggak SPP karena memang tidak ada uang untuk kami bayarkan. Pada saat itu 4 orang yang bersekolah dan 1 orang masih balita. Penghasilan bengkel pun tidak menentu. Tetap semangat dan selalu berharap perubahan yang lebih baik lagi pasti akan datang, membuat saya tidak pernah patah semangat.

Tahun 1999 bengkel pun mulai terlihat bergerak maju. Saya masuk sekolah tinggi ilmu ekonomi di salah satu perguruan tinggi swasta di jakarta selatan untuk mengambil jurusan Manajemen Bisnis Strata satu. Papa saya selalu berusaha untuk menyekolahkan anak - anaknya sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Pagi kuliah siang bekerja menjadi mekanik saya jalanin sampai semester empat, Tahun 2002 Bengkel sudah bisa mempekerjakan karyawan sebanyak dua orang, saya tetap bekerja tetapi sebagai admin bukan mekanik lagi.
Lulus kuliah saya mencoba bekerja di salah satu perusahaan otomotif roda dua yang produknya pada saat ini di kenal dengan motor - motor besarnya yang kapasitas silindernya diatas 250cc.
diperusahaan tersebut saya mengisi posisi sebagai Manajer Kordinator Spare Part.

 
Design Downloaded from Free Website Templates Download | Free Textures | Web Design Resources