Ngobrol sama tetangga yang aktif di berbagai bidang mulai dari Pengacara, Pebisnis, Anggota Dewan Kelurahan sampai Ketua Pembina Partai untuk Jakarta Utara. Awalnya sih ngobrolin masalah fenomena para pengurus partai yang korup sampai masalah pemilihan DKI 1. Ngga nyangka akhirnya ngobrolin masalah pemilih muda seperti saya, hehehehe.
Saya bilang sama beliau, Kalau sekarang para pemilih muda sudah lebih selektif untuk menentukan hak pilihnya. malahan bisa jadi tidak akan milih jika tidak ada figure yang mewakili hak suaranya. Apalagi minggu - minggu ini televisi selalu memberitakan tentang para pengurus partai yang korup. Jadi pasti yang ada didalam pola pikir para pemuda - pemudi semua partai yang ada di Indonesia adalah tempat kumpulan orang - orang pembohong yang kerjannya hanya hidup glamour dan korupsi uang rakyat. Jadi percuma kampanye yang berlebihan karena para pemilih muda sekarang lebih pintar dalam menentukan pilihannya. Dengan dua opsi :
1. Memberikan hak suaranya untuk wakil rakyat yang merakyat, jujur dan berani dihukum mati jika korupsi.
2. Tidak Memilih atau GolPut.
Kurang lebih satu jam ngobrol sama tetangga tersebut, Mudah mudahan bisa jadi masukan untuk beliau yang rencananya mau nyalonin "lagi" jadi anggota legislatif.
#saya ngga ngerti masalah politik, jadi maaf ya pak :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar